Ketika Jurnalis dan Pecinta Alam Menjadikan Lapangan Sebagai Kanvas

1459688546322[1]
(Doc. Pubdok SPORA 2016)

Parangtambung, BIOma – Pertemuan antara sang jawara Panthera Leo dan Hipofisis dalam lanjutan pertandingan futsal sore tadi (3/4) berlangsung seru, dan dibalik keseruan laga tersebut terselip cerita menarik, karena selain pertarungan yang bertajuk big match, rivalitas dan gengsi masing-masing tim. Laga tersebut, juga menghadirkan cerita tersendiri antar Biro Kegiatan Mahasiswa Biologi (BKMB) MPA Gloeocapsa dan LPM BIOma.

Hal ini tercermin dari para pemain yang memperkuat kedua tim. Dimana kebanyakan pemain Hipofisis diperkuat oleh para pengurus MPA Gloeocapsa dan Panthera Leo yang diperkuat oleh pengurus LPM BIOma. Kedua BKMB yang memiliki kiblat yang berbeda tersebut, menghadirkan warna tersendiri diatas lapangan.

Ketika jurnalis dan kepecintalaman dipertemukan diatas kanvas bernama lapangan, maka kata pena dan carrier tergantikan menjadi semangat sportifitas. Namun, dibalik sportifitas yang tercipta, kaum jurnalis harus mengakui keunggulan fisik dari kaum kepecintaalaman. Dengan skor meyakinkan 8-4 untuk keunggulan Hipofisis.

By : Khaliq

Advertisements

One thought on “Ketika Jurnalis dan Pecinta Alam Menjadikan Lapangan Sebagai Kanvas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s