Ini Kisah Nureda, 7 Tahun Mengabdi Sebagai Cleaning Service Jurusan Biologi

1461941816723
Ibu Nureda, cleaning service jurusan Biologi (Doc. A. Basliahwanti – LPM BIOma)

Parangtambung, BIOma – Siapa yang tak mengenal wanita paruh baya ini? Nureda,  lebih akrab disapa Eda dalam kesehariannya  bekerja sebagai  seorang cleaning service di jurusan Biologi FMIPA UNM. Wanita dengan senyum bersahaja ini mengaku sudah bekerja di jurusan biologi sejak tahun 2009, itu berarti sudah sekitar ± 7 tahun ia menjalani pekerjaannya sebagai cleaning service jurusan. Setiap hari, Eda  bekerja dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.

Namun, disetiap hari Rabu, Eda harus rela bekerja lebih lama. Biasanya, setiap Rabu selalu ada  agenda rutin jurusan yaitu rapat mingguan dosen. Untungnya, jarak antara rumah dan tempat ia bekerja cukup dekat sehingga memudahkannya untuk bisa pulang ke rumah tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Walaupun upah yang ia dapatkan selama menjadi cleaning service tidak terlalu banyak, namun Ibu enam orang anak ini mengaku tetap  bersyukur bisa bekerja di jurusan Biologi. Menurutnya, selama bekerja, Ia  tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak baik dari dosen maupun mahasiswa.

“Disini orang–orangnya baik semua sama saya, dosen–dosen dan mahasiswanya juga sangat ramah” ujar wanita berumur 46 tahun ini.

Setiap harinya, Eda harus membersihkan seluruh ruangan di jurusan Biologi dari lantai satu hingga lantai ketiga. Selain itu, Ia juga memasak dan membuat teh di pagi hari untuk para dosen. Sebelum pulang, Ia pun mencuci seluruh peralatan makan yang sudah dipakai pada pagi dan siang hari. Semua pekerjaan itu dilakukannya seorang diri karena di jurusan Biologi hanya mempekerjakan satu orang cleaning service untuk membersihkan seluruh gedung jurusan. Selain bekerja sebagai cleaning service, Eda  juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai tukang cuci di rumah salah satu dosen.

 “Jadi setiap hari Senin sampai Jum’at saya bekerja disini, tapi hari sabtu atau hari minggu  karena libur, saya jadi tukang cuci” bebernya.

Eda mengaku terpaksa harus membantu suaminya untuk mencari nafkah, karena upah suaminya yang berprofesi sebagai tukang bentor tidak cukup untuk menghidupi kehidupan enam orang anak dan beberapa cucunya.(*)

*Reporter: RM9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s