Alih Fungsi Pelataran Gedung FMIPA UNM

IMG20161115160320.jpg
Pelataran Gedung FMIPA tak lagi dipenuhi stand jualan setelah adanya tuntutan Relokasi Kantin (15/11). (Doc. LPM BIOma – Resky Amaliah S)

Parangtambung – BIOma, Suasana Pelataran Gedung FMIPA UNM tampak berbeda jika dibandingkan dengan beberapa pekan lalu. Perbedaan tersebut nampak jelas terlihat karena tidak ada lagi stand pedagang yang beroperasi. Hal ini terkait dengan adanya orasi mahasiswa mengenai beberapa tuntutan yang bertepatan pada hari Sumpah Pemuda (28/10) lalu. Salah satu isi dari tuntutan tersebut meminta agar pihak Fakultas merelokasi kantin yang ada di pelataran gedung FMIPA dan difungsikan menjadi tempat kegiatan mahasiswa.

Maperwa sudah melakukan rapat dengan semua lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA dan sepakat jika pelataran difungsikan sebagai tempat kegiatan mahasiswa. Oleh karena itu, kami dari pihak BEM akhirnya mengeksekusi aspirasi tersebut. Nah, itu kami sampaikan saat orasi pada hari sumpah pemuda,” tutur Asrul Mara R, anggota Departemen Sosial Politik BEM FMIPA.

Mengenai hal itu, Pembantu Dekan FMIPA Bidang Keuangan dan Administrasi Umum, M. Agus Martawijaya mengungkapkan, berdasarkan rancangan denah pembangunan gedung FMIPA, fungsi pelataran ialah kantin. Namun, karena adanya tuntutan dari mahasiwa yang meminta pelataran dialihfungsikan menjadi tempat kegiatan mahasiswa, maka pihak Fakultas pun menyetujui hal tersebut. Meskipun sebenarnya, hal ini menyalahi fungsi pelataran yang seharusnya.

Saya kira adanya kantin tersebut memudahkan mahasiswa karena tak perlu lagi jauh- jauh cari makan. Penjual-penjual yang dulu ada di pelataran itu dari yayasan Phinisi. Sewaktu mereka menjual di pelataran, sebagian dari penghasilan mereka masuk ke kas Fakultas. Dalam hal ini kita dan mereka sama-sama dapat keuntungan. Dengan dikosongkannya pelataran, mereka pindah ke tempat lain”, tutur Agus.

Pihak Fakultas telah mengusulkan agar 30% dari pelataran difungsikan sebagai kantin dan sisanya digunakan untuk kegiatan mahasiswa. Namun, pihak BEM menolak usulan tersebut dengan alasan jika kantin tetap ada maka akan merusak nilai estetika pelataran.

Jika pelataran difungsikan sebagai area kegiatan mahasiswa untuk berdisukusi dan melakukan kajian, saya rasa itu hal yang positif, makanya kami menyetujui permintaan tersebut. Namun, jika pelataran tidak difungsikan sebagaimana permintaan mereka, maka ada kemungkinan pelataran akan kembali difungsikan sebagai kantin”, ungkap Dosen asal Jurusan Fisika ini.(*)

*Reporter : Citra Auliyah Thamrin/Resky Amaliah S/Budi Setiawan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s